5 Film Hollywood yang Dilarang Tayang di Indonesia

5 Film Hollywood yang Dilarang Tayang di Indonesia

Lk21– Seluruh film senantiasa memiliki pesan yang pengen dituturkan kepada seluruh penonton. Makanya, para sineas berlomba membuat film keren dengan pesan yang dahsyat. Sayangnya, sebagian film itu malah dibikin terlampau jumlah yang justru membuat sebagian negara menolak buat menayangkan. Soalnya, dinilai terlampau menyimpang nilai serta norma di suatu negara.

Salah satunya, Indonesia yang udah kerap banget nolak film-film Hollywod buat tayang. Enggak sedikit sebab mengapa ketika Tanah Air menolak film Hollywood beredar buatditonton masyarakat. Nah, kira-kira, film apakah aja yang ditolak bioskop Indonesia?

Berikut ini lima film Hollywood yang dilarang tayang di Indonesia.

1. Noah (2014)
Film ini secara garis besar menceritakan kehidupan Noah atau umat islam menyebutnya Nabi Nuh. Dibintangi oleh Russel Crowe serta Emma Watson ini bukan film yang buruk serta enggak patut ditonton. Namun, banyak yang berpandangan jikalau kisah yang diangkat sutradara Darren Aronofsky itu enggak sesuai fakta.
Apalagi, masyarakat Indonesia mayoritas penganut agama Islam. Film ini dikhawatirkan jadi perdebatan pasal dinilai terlampau nyimpang. Makanya, Noah enggak ditayangin di bioskop-bioskop Tanah Air. Kalau lo penasaran, lo bisa, kok, tonton filmnya di situs streaming film berbayar.
2. The Year of Living Dangerously (1982)

Film jadul ini juga dilarang tayang di bioskop Indonesia. sebab mengapa utamanya pasal film ini menceritakan konflik pemberontakan PKI di Tanah Air terhadap 1965. Makanya, pemerintah masa itu langsung menolak film ini buat ditayangkan
Peristiwa pemberontakan PKI dikata masih peka bagi masyarakat. Apalagi, film ini juga menceritakan pada waktu politik sebelum pemberontakan PKI terjadi. Film yang diangkat dari novel itu sampai kini belum pernah tayang di bioskop Indonesia. Namun, salah satu televisi swasta pernah menayangkan sehabis 1998.

3. Fifty Shades Of Grey (2015)

Sama dengan film The year of living Dangerously (1982), film Fifty Shades of Grey juga diangkat dari sesuatu novel. Sama-sama dilarang di Indonesia. Enggak sedikit pembaca novelnya Indonesia nungguin film garapan sutradara Sam Taylor tersebut
Sayangnya, pembaca novel itu di Indonesia sesegera mungkin gigit jari pasal film itu ditolak di Indonesia. Alasannya, Fifty Shades Of Grey terlalu banyak nenampilkan adegan vulgar. Banyak adegan mesra yang dinilai terlampau porno. Makanya, film ini serta sekuelnya enggak dapat tayang di Indonesia.

4. Balibo (2009)
Film Balibo dikata cukup kontroversial, diantaranya di Indonesia. kaya gimana enggak? Film ini menceritakan sudut pandang lain mengenai konflik di Timor Leste. Ditambah, film itu juga tunjukkan adegan ketika lima wartawan Australia yang meliput konfilk tersebut dibunuh oleh TNI
Makanya, pemerintah Indonesia bener-bener nolak keras film ini. Soalnya, dikata mengangkat fakta sejarah yang enggak valid. Dikhawatirkan bakal memunculkan konflik nantinya, pemerintah Indonesia menolak tegas film ini.
5. Schindler’s List (1993)

Film mengenai Nazi jelas jelas seringkali kontroversial. Salah satunya, film Schindler’s List garapan Steven Spielberg. Yap, film tersebut ditolak di sebagian negara diantaranyaIndonesia. Film ini menceritakan Oskar Schindler’s yang menyelamatkan para tawanan Yahudi dari Nazi
Sama kayak PKI, film ini dinilai terlampau pekadisamping itu juga memiliki potensi untuk membuat kegaduhan massal di semua dunia. Makanya, banyak negara yang enggak ambil pusing untuk langsung cekal film ini. Speilberg pun menyayangkan sebagian negara tersebut. Menurutnya, Schindler’s List hanyalah ungkapan rasa kemanusiaan seorang Oskar
Itulah sebagian film yang dicekal serta enggak dapat tayang di bioskop Tanah Air. beberapa besar dilarang pasal dikhawatirkan memicu konflik. walau begitu, sebagian film di atas memiliki pesan moral yang enggak boleh dilewatkan. Nah, di antara lima film di atas, mana yang membuat lo justru jadi pengen nonton?

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *