Indikator kinerja utama atau kpi

Indikator kinerja utama atau kpi

Konsultan KPI – Indikator kinerja utama atau kpi adalah suatu ukuran yang memperlihatkan pencapaian obyek kinerja secara obyektif. Melalui indikator kinerja utama atau kpi, perusahaan mampu lihat pertumbuhan tingkat kinerja para karyawannya. Perusahaan juga akan mulai terbantu bersama dengan adanya indikator kinerja utama atau kpi, karena bersama dengan begitu kinerja karyawan pun menjadi terkontrol dan karyawan menjadi terpacu untuk berkinerja lebih baik.

Indikator kinerja utama atau kpi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Direct IKU
Direct IKU adalah indikator kinerja utama atau kpi yang sifatnya langsung atau langsung menyasar pada apa yang disasar. Contohnya adalah kala dapat mengukur kepuasan pelanggan, indikator kinerja utama yang pas adalah costumer satisfaction index. IKU berikut sangat mengukur tingkat kepuasan pelanggan yang datanya diperoleh melalui survey bersama dengan menyebarkan kuesioner kepuasan pelanggan ke pelanggan.

2. Indirect IKU
Indirect IKU adalah indikator kinerja utama atau kpi yang sifatnya tidak langsung tapi masih sanggup digunakan sebagai indikator. Indikator kinerja utama tidak langsung kebanyakan digunakan andaikata susah melacak data indikator kinerja utama yang usaha dan manfaatnya tidak sesuai atau pengukurannya dijalankan setahun sekali. Contohnya adalah untuk mengukur kepuasan pelanggan, indikator kinerja utama yang tidak langsungnya adalah jumlah komplain. Sebenarnya, andaikata pelanggan tidak jalankan komplain bukan artinya pelanggan tentu terasa puas. Namun, indikator ini tetap sanggup digunakan kendati tidak seideal direct IKU.

3. Initiatives IKU
Initiatives IKU adalah indikator kinerja utama atau kpi yang mengukur proses atau usaha untuk meraih sasaran strategis, tapi tidak mengukur pencapaian aktual dari sasaran strategis. Contohnya adalah untuk mengukur tingkat kompetensi karyawan indikator kinerja utama inisiatifnya adalah jumlah training yang pernah diikuti.

Dalam memicu indikator kinerja utama atau kpi kudu jelas, yang dimaksud mengetahui adalah mengetahui terukur dan mengetahui bahwa indikator selanjutnya mencerminkan pekerjaan yang dilakukan. Adapun prinsip-prinsip yang dianut dalam memicu indikator kinerja utama, yaitu SMART: specific (spesifik), measurable (dapat diukur), agreeable (sesuai), realistic (realistis), dan time-bound (ada batas selagi yang jelas).

Dalam mengimplementasikan indikator kinerja utama atau kpi tidaklah mudah. Terkadang perusahaan pun jadi bahwa cuma ada sedikit atau lebih-lebih tidak ada sama sekali perubahan kinerja meskipun udah pakai indikator kinerja utama atau kpi. Hal ini sanggup berlangsung sebab terdapatnya kekeliruan dan ketidaksiapan dalam memicu indikator kinerja utama atau kpi. Menurut David Parmenter ada beberapa cara atau kunci sukses dalam mengimplementasikan indikator kinerja utama atau kpi, antara lain:

1. Mencari fasilitator eksternal (Melibatkan pihak ketiga, sebab sifatnya independen)
2. Memulai bersama komitmen dan pelatihan tim manajemen senior
3. Fokus pada faktor kunci keberhasilan
4. Memilih tim kecil penyusun indikator kinerja utama atau kpi
5. Menggunakan sistem yang ada untuk 12 bulan pertama
6. Menyediakan data ukuran kinerja dalam bentuk database dan ini kudu ada untuk semua bagian tim

Setelah indikator kinerja utama atau kpi terbentuk, penggunaan dashboard management terlampau dibutuhkan. Dashboard management merupakan alat bantu yang bersifat software yang sanggup memvisualisasikan pencapaian tujuan berasal dari indikator kinerja utama atau kpi. Dengan pakai dashboard management, monitoring sanggup dijalankan bersama mudah. Apabila indikator kinerja utama atau kpi pakai pendekatan balanced scorecards, dashboard management bersifat peta langkah yang berisi sasaran-sasaran obyektif.

Dalam sasaran-sasaran obyektif selanjutnya terdapat indikator kinerja utama yang masing-masing indikator ada targetnya. Apabila indikator kinerja utama atau kpi selanjutnya tidak tercapai, maka sasaran obyektifnya juga tidak tercapai. Dalam dashboard management tingkat pencapaian sanggup ditunjukkan lewat warna yang ada pada sasaran-sasaran obyektif. Apabila pada sasaran obyektif menunjukkan warna merah mengindikasikan bahwa sasaran selanjutnya belum tercapai, warna kuning mengindikasikan sasaran udah mendekati tujuan pencapaian tetapi warna hijau mengindikasikan bahwa sasaran obyektif udah tercapai.

Seperti yang udah dituliskan sebelumnya, peran pihak eksternal merupakan kunci sukses dalam penyusunan indikator kinerja utama. Dalam perihal ini perusahaan sanggup pakai konsultan sebagai pihak eksternal sebab konsultan mengetahui dan mengetahui benar bagaimana menyusun dan juga mengimplementasikan indikator kinerja utama atau kpi. Selain itu, konsultan merupakan pihak mandiri yang sifatnya netral dan konsultan miliki keahlian konsultasi dan juga sanggup memotivasi orang-orang yang terjalin dengannya. Namun, kudu senantiasa disadari bahwa peran konsultan sebagai fasilitator. Kunci keberhasilan senantiasa ada pada komitmen yang terbangun diseluruh pihak internal perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *